KEDIRI – Apa yang dimulai Dwi Astuti sebagai usaha sederhana hampir 11 tahun lalu kini berkembang menjadi aktivitas ekonomi yang juga memberi manfaat bagi lingkungan sekitar. Warga Kelurahan Pakunden, Kota Kediri, tersebut menjalankan usaha sekaligus menjadi BRILink Agen.

 

Dwi mengawali perjalanan bisnisnya pada 2015. Kala itu, ia membuka bengkel perbaikan ban sepeda dan menjual ban serta oli. Usahanya kemudian dilengkapi toko ATK dan perlengkapan sekolah.

 

Setahun berselang, Dwi mendapat dukungan permodalan melalui KUR BRI. Tambahan modal tersebut digunakan untuk memperkuat sarana usaha, termasuk membeli mesin fotokopi, printer, etalase, dan perlengkapan alat tulis.

 

Perkembangan hubungan dengan BRI kemudian membawa Dwi pada kesempatan lain. Ia memilih menjadi BRILink Agen agar dapat melayani kebutuhan transaksi masyarakat di sekitar lokasi usahanya.

 

Aktivitas tersebut kini menjadi salah satu sumber pendapatan tambahan. Dalam sehari, Dwi rata-rata melayani sekitar 50 transaksi.

 

Pada kondisi tertentu, jumlah pelanggan yang datang untuk melakukan transaksi dapat meningkat. Ketika ada penyaluran bantuan pemerintah, misalnya, Dwi dapat melayani lebih dari 100 transaksi dalam satu hari.

 

Layanan yang diberikan pun cukup beragam, seperti pembayaran tagihan listrik, pengisian saldo dompet digital, transfer antarbank, dan transaksi perbankan lainnya.

 

“Alhamdulillah, ada manfaatnya bermitra dengan BRI. Tambah-tambah pemasukan buat membantu uang sekolah anak,” ujar Dwi.

 

Menurut Dwi, tantangan dalam menjalankan layanan BRILink Agen lebih banyak berkaitan dengan kendala teknis. Di luar persoalan tersebut, ia berupaya menjalankan aktivitas usaha seperti biasa.

 

“Paling kendalanya kalau pas ada gangguan sistem atau teknis saja. Selebihnya disyukuri saja,” ungkap Dwi.

 

Pemimpin BRI Branch Office Kediri Adi Nugroho menyebut BRILink Agen memiliki peran dalam mendekatkan layanan transaksi kepada masyarakat sekaligus membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk mendapatkan tambahan penghasilan.

 

“Perjalanan Ibu Dwi menjadi contoh bagaimana BRILink Agen dapat tumbuh bersama usaha yang dijalankan masyarakat. Tidak hanya memberikan kemudahan transaksi bagi warga sekitar, keberadaannya juga menciptakan peluang tambahan pendapatan bagi agen dan mendukung aktivitas ekonomi di lingkungannya,” ujar Adi Nugroho.

 

Peran tersebut terlihat dari perkembangan jaringan BRILink Agen di wilayah BRI Kediri. Hingga Juli, tercatat sebanyak 7.605 agen yang melayani 2.372.182 transaksi dengan sales volume mencapai Rp2,73 triliun.

 

Menurut Adi, penguatan jaringan tersebut akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya BRI memperluas inklusi keuangan dan mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.

 

“BRI berharap para mitra BRILink Agen dapat terus berkembang dan memberikan layanan yang semakin baik kepada masyarakat. Dengan jaringan yang semakin dekat, masyarakat dapat memperoleh layanan keuangan dengan lebih mudah sekaligus mendorong aktivitas ekonomi di daerah,” tambah Adi.

 

Bagi Dwi, kemitraan tersebut menjadi pengalaman yang melengkapi perjalanan usahanya. Ia berharap bisnis yang dibangun secara bertahap dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas.