JEMBER — Pemberdayaan ekonomi tidak hanya berkaitan dengan akses permodalan, tetapi juga kesempatan memperoleh keterampilan dan fasilitas untuk memulai usaha. Semangat tersebut menjadi salah satu dasar penyaluran bantuan CSR BRI Region 13 Malang kepada mahasiswa penyandang disabilitas di Universitas PGRI Argopuro (UNIPAR) Jember.

 

Bantuan yang disalurkan pada November 2025 itu terdiri atas 74 barang sarana dan prasarana penunjang Program Kewirausahaan. Fasilitas tersebut diharapkan mendukung mahasiswa dalam mengembangkan potensi, mempelajari keterampilan usaha, serta mempersiapkan pilihan ekonomi setelah menyelesaikan pendidikan.

 

Regional CEO BRI Region 13 Malang, Arie Wibowo, menyampaikan bahwa dukungan kepada penyandang disabilitas merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendorong pemberdayaan masyarakat yang memberikan manfaat berkelanjutan.

 

“Melalui program CSR ini, BRI ingin mendukung penyandang disabilitas agar memiliki kesempatan yang lebih luas untuk mengembangkan potensi dan kemampuan berwirausaha. Kami berharap bantuan sarana dan prasarana ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh mahasiswa UNIPAR, sehingga setelah lulus mereka memiliki bekal untuk membangun usaha secara mandiri. Kami juga berkomitmen untuk memberikan pendampingan guna mendukung keberlanjutan program kewirausahaan ini,” ujar Arie Wibowo.

 

Bantuan tersebut diharapkan menjadi salah satu sarana untuk memperluas kesempatan mahasiswa dalam memperoleh pengalaman kewirausahaan. Pemanfaatan fasilitas secara optimal perlu diiringi kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan mahasiswa.

 

Rektor UNIPAR Jember, Basuki Hadi Prayogo, S.TP., M.Si., menyambut baik dukungan yang diberikan. UNIPAR berencana menyiapkan sarana bagi mahasiswa penyandang disabilitas untuk menjalankan kegiatan usaha dengan dukungan pendampingan BRI.

 

Sinergi antara perguruan tinggi dan dunia perbankan tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang semakin mendukung tumbuhnya keterampilan kewirausahaan. Dengan demikian, mahasiswa memiliki peluang untuk mengembangkan kemampuan yang berpotensi menjadi modal dalam membangun usaha secara mandiri.