KEDIRI – Mempertahankan usaha selama lebih dari dua dekade bukan perkara mudah. Bagi Kukuh, pemilik Warung Nasi Goreng dan Mie Pak Kukuh di Jalan Panjaitan, Kota Kediri, perjalanan sejak 2000 diwarnai berbagai upaya untuk menjaga usaha tetap tumbuh.
Salah satu tantangan yang dihadapi adalah kebutuhan modal untuk memperbaiki fasilitas warung. Kesempatan mendapatkan pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI kemudian dimanfaatkan Kukuh untuk mendukung kebutuhan tersebut.
Melalui BRI Unit Pasar Pahing Kediri, ia memperoleh fasilitas KUR awal sebesar Rp20 juta. Modal itu digunakan untuk membeli etalase, memperbarui alat penggorengan dan memperbaiki tampilan warung.
Dalam perjalanan berikutnya, fasilitas pembiayaan yang diterima Kukuh berkembang hingga Rp50 juta. Ia menyebut dukungan tersebut turut memberikan ruang bagi usaha yang dikelolanya bersama keluarga untuk berkembang.
“Alhamdulillah, BRI banyak membantu usaha saya dan keluarga. Awalnya saya pinjam Rp20 juta dan sekarang sudah bisa sampai Rp50 juta. Warung saya bisa ramai seperti ini secara tidak langsung juga karena bantuan BRI,” ujar Kukuh.
Selain memperoleh akses pembiayaan, Kukuh juga tetap mendapatkan komunikasi serta pendampingan dari petugas BRI. Pendampingan tersebut menjadi bagian dari proses hubungan antara pelaku usaha dan lembaga pembiayaan dalam perjalanan mengembangkan bisnis.
Kisah tersebut sejalan dengan penyaluran KUR BRI di wilayah Kediri. Sampai Agustus 2026, BRI Branch Office Kediri telah menyalurkan lebih dari Rp1,05 triliun kepada tak kurang dari 22 ribu nasabah.
Lebih dari separuh penyaluran tersebut masuk ke sektor pertanian dan perdagangan. Besarnya porsi pembiayaan pada kedua sektor itu menunjukkan perhatian terhadap kegiatan ekonomi produktif yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Branch Office Head BRI Kediri Adi Nugroho mengatakan, pembiayaan bagi UMKM idealnya tidak berhenti pada pemberian modal.
“Kisah Pak Kukuh menunjukkan bahwa dukungan BRI tidak hanya sebatas penyaluran KUR. Kami juga mendorong pemberdayaan, pendampingan usaha, serta edukasi finansial agar pelaku UMKM memiliki kesempatan untuk mengembangkan usahanya secara berkelanjutan dan bertanggung jawab,” ujar Adi.
Menurutnya, pemanfaatan KUR secara tepat diharapkan dapat membantu pelaku usaha meningkatkan kemampuan bisnisnya sekaligus menjaga keberlanjutan usaha.
“Kami berharap KUR dapat terus dimanfaatkan secara produktif untuk memperkuat dan mengembangkan usaha. Dengan pembiayaan yang disertai pendampingan, kami ingin semakin banyak pelaku UMKM seperti Pak Kukuh yang memiliki kesempatan untuk tumbuh dan naik kelas,” tambah Adi.
Perjalanan usaha Kukuh menunjukkan bahwa pertumbuhan UMKM tidak selalu berlangsung dalam waktu singkat. Konsistensi, pengelolaan usaha dan akses terhadap pembiayaan menjadi bagian dari proses panjang yang dapat membantu usaha kecil berkembang.

Tinggalkan Balasan